<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS gegas</title> 
				<description>gegas.co</description>
				<link>https://gegas.co</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>Jalan Lintas Bono Rusak, Pemuda Pelalawan Tagih Komitmen Pemprov Riau</title>
						                <link>https://gegas.co/berita/detail/jalan-lintas-bono-rusak-pemuda-pelalawan-tagih-komitmen-pemprov-riau</link>
						                <description>GEGAS || PEKANBARU — Persoalan infrastruktur kembali menjadi sorotan di Riau. Aliansi Pemuda Desa Kubangan, Kabupaten Pelalawan, menggelar aksi unjuk rasa di gerbang Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Senin (10/8/2026).Massa mendesak Pemerintah Provinsi Riau segera memberikan solusi atas kondisi akses jalan yang dinilai menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi hasil perkebunan. Salah satu tuntutan utama ialah percepatan pembangunan dan penimbunan ruas Jalan Lintas Bono, khususnya jalur Sebekek–Sokoi serta sejumlah desa yang berada di kawasan tersebut.Koordinator Lapangan (Korlap) Muhammad Ajis meminta Plt Gubernur Riau tidak hanya memberikan perhatian, tetapi memastikan persoalan infrastruktur tersebut ditangani secara konkret."Khususnya untuk penimbunan Jalan Poros Lintas Bono , Desa Segamal, Desa Gambut Mutiara, Desa Labuhan Bilik, Desa Sungai Emas dan Desa Sukoi dimohonkan agar dapat dilaksanakan dengan segera," tegasnya dalam orasi.Massa juga membawa sejumlah spanduk berisi kritik terhadap kondisi jalan dan kebijakan pemerintah. Mereka menyoroti kesulitan masyarakat mengangkut hasil perkebunan ketika akses jalan mengalami kerusakan dan berlumpur.Aksi kemudian mendapat respons dari Pemprov Riau. Sekira pukul 11.20 WIB, massa diterima Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau sekaligus Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Riau, Zulfahmi didampingi Kasatpol PP Provinsi Riau drg. Sri Sadono Mulyanto, M.Han.Zulfahmi menjelaskan, pemerintah provinsi telah mengerjakan lebih dari 10 kilometer ruas Jalan Lintas Bono. Namun, pembangunan dan perbaikan belum sepenuhnya selesai karena pelaksanaannya dilakukan secara bertahap."Terkait jalan lintas bono Pemprov Riau sudah mengerjakan lebih dari 10 km sudah dibangun," terangnya.Zulfahmi menambahkan, sebagian ruas Jalan Lintas Bono telah mendapatkan pengaspalan melalui dana alokasi khusus. Saat ini, pemerintah memprioritaskan penuntasan pengaspalan sekaligus pemeliharaan ruas jalan yang telah dikerjakan.Adapun titik dengan tingkat kerusakan berat, termasuk ruas Sebekek–Desa Segamai, masih menjadi perhatian. Penanganannya dilakukan melalui koordinasi antara Pemprov Riau, Pemkab Pelalawan serta perusahaan yang berada di sekitar kawasan tersebut.Zulfahmi menegaskan pengerjaan dilakukan secara bertahap agar penanganan ruas jalan dapat berjalan terarah dan tidak dilakukan secara sporadis.Aksi berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Massa membubarkan diri secara tertib dan situasi selama kegiatan berlangsung dilaporkan aman serta kondusif.Namun, Aliansi Pemuda Desa Kubangan menyatakan akan kembali melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak mendapatkan kesepakatan atau tindak lanjut yang dianggap memadai. Massa bahkan menyampaikan rencana untuk menunggu di halaman Kantor Gubernur Riau sebagai bentuk tekanan agar persoalan Jalan Lintas Bono segera mendapatkan penyelesaian. ** (Marden)</description>
					                </item><item>
						                <title>10.080 Tanjak Warnai Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026 di Pekanbaru</title>
						                <link>https://gegas.co/berita/detail/10080-tanjak-warnai-kenduri-akbar-melayu-nusantara-2026-di-pekanbaru</link>
						                <description>GEGAS || PEKANBARU — Sebanyak 10.080 tanjak dipasang dalam Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026 di Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Minggu (9/8/2026).Kegiatan yang dihadiri sekitar 10.000 masyarakat itu sekaligus menjadi momentum pencatatan Rekor MURI kategori pemasangan tanjak pelajar terbanyak se-Indonesia.Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026 digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau. Kegiatan berlangsung sejak pukul 14.00 WIB hingga 17.25 WIB dalam suasana aman dan kondusif.Sejumlah pejabat dan tokoh hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Direktur Bina Kepercayaan Kementerian Kebudayaan RI Sjamsul Hadi, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Riau Kristanto Januardi, Staf Khusus Presiden sekaligus Ketua Umum Persatuan Masyarakat Riau Indonesia (PMRI) Rusli Effendi serta jajaran LAM Riau.Hadir pula perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Danlanud Roesmin Nurjadin, Kapolda Riau, Kapolresta Pekanbaru, Pemerintah Kota Pekanbaru, Laskar Melayu Bersatu Nusantara serta sejumlah tokoh masyarakat dan adat.Ketua Panitia Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026, Tega Maulana Fitra, mengatakan kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, 9-10 Agustus 2026. Menurut dia, pemasangan 10.080 tanjak menjadi salah satu agenda utama untuk memperkenalkan kebudayaan Melayu ke tingkat nasional hingga internasional.“Ini akan menjadi momentum sakral dan membuat nama Melayu dikenal di kancah nasional dan internasional,” kata Tega dalam laporannya.Ketua Umum MKA LAM Riau, Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan budaya. Ia mengajak generasi muda mengambil peran dalam menjaga warisan budaya Melayu sekaligus lingkungan. “Takkan Melayu hilang di dunia,” ucapnya.Sementara itu, Ketua Umum PMRI Dr. H. Rusli Effendi menyebut kegiatan Kenduri Riau sekaligus pemecahan Rekor MURI sebagai bentuk kebanggaan masyarakat Melayu. Ia menegaskan budaya Melayu tetap dapat berjalan beriringan dengan perkembangan zaman.“Melayu tidak anti dengan kemajuan zaman, ekonomi, dan politik, dan Melayu merupakan motor penggerak untuk memajukan Negara Indonesia,” katanya.Dukungan pemerintah pusat juga disampaikan Direktur Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kementerian Kebudayaan RI, Sjamsul Hadi. Ia hadir mewakili Menteri Kebudayaan RI yang berhalangan hadir karena sedang mengikuti kegiatan kebudayaan di India.Sjamsul mengatakan Kementerian Kebudayaan RI mendukung pelestarian budaya Melayu Riau dan membuka peluang penguatan kerja sama kebudayaan pada tahun mendatang.“Kami atas nama Kementerian Kebudayaan Indonesia mendukung dan siap menyukseskan acara Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026 ini,” ujarnya.Pembukaan resmi dilakukan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Aryadi, yang mewakili Plt. Gubernur Riau. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dunia usaha dan generasi muda dalam menjaga kebudayaan sekaligus mendorong pembangunan daerah.Rangkaian acara diawali dengan penyambutan tamu VVIP dan VIP menggunakan iringan kompang serta silat Pangean. Acara kemudian dilanjutkan Tari Sekapur Sirih, lagu Indonesia Raya, Hymne Melayu, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan sejumlah tokoh, hingga pencatatan Rekor MURI.Baca : HUT ke-69 Provinsi Riau: Pemprov Soroti Tekanan Fiskal dan Komitmen Pelayanan PublikTim MURI bersama panitia dan peserta selanjutnya melakukan pencatatan pemasangan 10.080 tanjak pelajar sebagai bagian dari puncak kegiatan.Setelah sesi pencatatan dan foto bersama, Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026 berakhir pada pukul 17.25 WIB. Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. * (Marden)</description>
					                </item><item>
						                <title>Sasar Pesisir Rohil, Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Salurkan Bansos, Layanan Kesehatan Gratis dan Mesin Ketinting</title>
						                <link>https://gegas.co/berita/detail/sasar-pesisir-rohil-ekspedisi-merah-putih-presisi-polda-riau-salurkan-bansos-layanan-kesehatan-grati</link>
						                <description>GEGAS || PANIPAHAN — Kepolisian Daerah (Polda) Riau menyasar masyarakat pesisir di Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), lewat aksi kemanusiaan bertajuk "Ekspedisi Merah Putih Presisi", Minggu (9/8/2026). Langkah ini dilakukan untuk menjangkau warga di wilayah terluar yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan publik.Dalam kegiatan tersebut, kepolisian tidak hanya menyalurkan ratusan paket bantuan sosial (bansos), memberikan layanan kesehatan gratis, menyerahkan bantuan alat produksi berupa mesin ketinting hingga melakukan penanaman bibit mangrove demi menjaga ekosistem pesisir.Rangkaian program yang digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia itu dipimpin oleh Kombes Pol Dermawan Marpaung, S.I.K., M.Si., Penata Kehumasan Polri Madya TK III Devisi Humas Polri didampingi Kapolres Rokan Hilir (Rohil) AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Rohil.Pemberdayaan Ekonomi hingga Layanan KesehatanUntuk menopang kebutuhan harian serta produktivitas nelayan lokal, Polda Riau menyerahkan 810 paket bansos, 81 bendera Merah Putih, dan 10 unit mesin ketinting. Penyerahan sarana kerja ini ditujukan untuk memacu kegiatan ekonomi warga pesisir Panipahan yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor perairan.Selain dukungan ekonomi, tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Riau turut memberikan layanan bakti kesehatan kepada 81 warga. Masyarakat mendapatkan fasilitas pemeriksaan medis langsung serta pemberian obat-obatan sesuai kebutuhan secara gratis."Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Bukan sekadar bantuan temporer, melainkan mencakup pelayanan kesehatan, penguatan ekonomi warga, hingga kepedulian terhadap kelestarian lingkungan," kata Kombes Pol Dermawan Marpaung di lokasi acara.Konservasi Pesisir dan Sinergi Lintas SektorTak hanya berfokus pada aspek sosial-ekonomi, ekspedisi ini membawa misi pelestarian lingkungan dengan menanam 810 bibit mangrove di sepanjang garis pantai Panipahan. Penanaman vegetasi pantai ini bertujuan menahan laju abrasi sekaligus menjaga habitat alami biota laut yang menjadi tumpuan hidup para nelayan.Dermawan menegaskan, pendekatan kolaboratif antara Polri, pemerintah daerah dan unsur pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan penyaluran bantuan di kawasan terpencil. Dikatakannya, pendekatan holistik ini penting agar kehadiran aparat tidak hanya dipersepsikan dalam konteks penegakan hukum semata."Sinergi ini memastikan program pelayanan negara dapat langsung menyentuh akar kebutuhan warga pesisir yang selama ini menghadapi tantangan aksesibilitas," imbuhnya.Rangkaian Ekspedisi Merah Putih Presisi di Panipahan berjalan lancar dan kondusif. Aksi nyata ini sekaligus menegaskan komitmen Polda Riau untuk terus hadir mendampingi masyarakat pelosok melalui aksi sosial, pemberdayaan ekonomi, dan upaya konservasi lingkungan yang berkelanjutan. ** (Nurli)</description>
					                </item><item>
						                <title>SEKBER FAHMI Perkuat Kolaborasi Advokat-Media, Bidik Transformasi Digital</title>
						                <link>https://gegas.co/berita/detail/sekber-fahmi-perkuat-kolaborasi-advokatmedia-bidik-transformasi-digital</link>
						                <description>GEGAS ||  MEDAN — Sekretariat Bersama Forum Advokasi Hukum dan Media Indonesia (SEKBER FAHMI) mulai mematangkan sejumlah agenda strategis untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas kontribusinya di tengah masyarakat. Penguatan struktur, kolaborasi advokat dan media, pembentukan tim ahli hingga transformasi digital menjadi sejumlah agenda utama yang dibahas dalam rapat ke-2 SEKBER FAHMI di Medan, Sabtu (8/8/2026).Rapat yang digelar di Intermezzo Cafe, Jalan Setiabudi, Medan, tersebut dibuka Sekretaris Jenderal SEKBER FAHMI, Bung Joe Sidjabat. Sejumlah pengurus dan unsur yang terlibat dalam pengembangan organisasi turut hadir memberikan pandangan serta masukan mengenai arah kerja SEKBER FAHMI ke depan.Salah satu keputusan penting yang mengemuka dalam rapat adalah penggunaan motto “FAHMI – Bersinergi Untuk Keadilan”. Motto tersebut merupakan ide dan gagasan Ketua Umum SEKBER FAHMI Yasaaro Tel, SE., SH., MH., M.Kn.Motto itu diproyeksikan menjadi pijakan organisasi dalam membangun sinergi antara advokat, insan media dan unsur masyarakat dalam mengawal persoalan hukum sekaligus kepentingan publik.Bagi SEKBER FAHMI, kolaborasi antara dunia hukum dan media dinilai memiliki posisi strategis. Advokat memiliki kapasitas dalam memberikan pendampingan serta perspektif hukum, sementara media memiliki fungsi penting dalam menyampaikan informasi kepada publik.Namun, kolaborasi tersebut ditegaskan tidak boleh mengabaikan prinsip-prinsip hukum dan jurnalistik. Setiap persoalan harus ditempatkan berdasarkan fakta dan bukti serta diproses melalui mekanisme hukum yang berlaku.Prinsip praduga tak bersalah juga menjadi perhatian penting agar kegiatan advokasi maupun pemberitaan tidak berkembang menjadi penghakiman terhadap seseorang atau pihak tertentu sebelum terdapat kepastian berdasarkan proses hukum.Perkuat Struktur dan Bentuk Tim AhliDalam rapat, peserta juga membahas kebutuhan penguatan struktur internal organisasi. Salah satu usulan yang muncul adalah penambahan unsur Dewan Pelindung SEKBER FAHMI.Selain itu, organisasi mempertimbangkan pembentukan atau pengakomodasian Tim Ahli Pendidikan, Sosial dan Budaya. Tim ini diharapkan mampu memberikan perspektif lintas bidang dalam penyusunan program maupun rekomendasi organisasi.Dengan keberadaan unsur tersebut, cakupan kegiatan SEKBER FAHMI diharapkan tidak terbatas pada isu hukum dan pemberitaan, tetapi juga dapat merespons berbagai persoalan pendidikan, sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat.Agenda lain yang dinilai penting adalah pembentukan Tim IT. Tim ini diarahkan untuk mengembangkan perangkat lunak atau aplikasi berbasis website yang dapat menjadi pusat informasi dan publikasi kegiatan SEKBER FAHMI.Platform digital tersebut diharapkan mampu mendokumentasikan berbagai aktivitas organisasi secara lebih sistematis sekaligus memperluas jangkauan informasi ke berbagai wilayah Indonesia.Transformasi digital dinilai penting agar kerja organisasi tidak hanya terdokumentasi secara konvensional, tetapi juga memiliki sistem informasi yang lebih terintegrasi, mudah diakses dan mampu mendukung komunikasi publik secara berkelanjutan.Dorong Informasi Hukum yang BerimbangSEKBER FAHMI juga membahas rencana penguatan koordinasi terkait pemberitaan perkara hukum dan kriminal yang berkaitan dengan institusi Polri.Koordinasi tersebut diarahkan untuk memperkuat komunikasi sekaligus memperoleh informasi yang berimbang dalam kegiatan pemberitaan maupun advokasi.Langkah itu dinilai penting mengingat isu hukum dan kriminal memiliki tingkat sensitivitas tinggi. Kesimpangsiuran informasi dapat menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.Karena itu, setiap informasi yang disampaikan kepada publik diharapkan memiliki dasar yang jelas, dapat diverifikasi dan dipertanggungjawabkan.Siapkan Bakti Sosial HUT ke-81 RITidak hanya membahas organisasi, rapat ke-2 SEKBER FAHMI juga menyentuh agenda sosial menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.SEKBER FAHMI merencanakan kegiatan bakti sosial dengan menyediakan sekitar 200 bungkus nasi untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar.Program tersebut diharapkan menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus sarana membangun kedekatan organisasi dengan masyarakat.Di sisi lain, rapat menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh struktur ataupun nama besar. Konsistensi kerja, koordinasi dan keterlibatan setiap jajaran menjadi faktor penting agar setiap agenda dapat direalisasikan.Sejumlah agenda yang telah dibahas pun diharapkan segera ditindaklanjuti melalui pembagian tugas dan kerja konkret masing-masing unsur.Rapat tersebut turut dihadiri Kasubdit Penmas Polda Sumut AKBP MT Pasaribu, S.Pd., Anggota Dewan Pembina Johan Chandra, Dewan Penasehat Eben Haezar Zebua, SH., MH., Andika, SH., serta Leonardus, SH.Kehadiran sejumlah unsur tersebut menjadi bagian dari diskusi dan pertukaran pandangan dalam merumuskan arah pengembangan SEKBER FAHMI.Rapat kemudian ditutup oleh Sekretaris Jenderal SEKBER FAHMI, Bung Joe Sidjabat.Rapat ke-2 SEKBER FAHMI pada akhirnya bukan sekadar agenda administratif organisasi. Berbagai gagasan yang muncul kini memasuki tahap yang lebih penting, yakni pembuktian melalui kerja nyata.Penguatan struktur, sinergi advokat dan media, pembentukan tim ahli, pembangunan sistem informasi digital hingga kegiatan sosial menjadi agenda yang menunggu eksekusi.Dengan motto “FAHMI – Bersinergi Untuk Keadilan”, SEKBER FAHMI menempatkan sinergi sebagai modal utama untuk membangun organisasi yang lebih terstruktur, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap berpijak pada prinsip hukum, akurasi informasi dan kepentingan masyarakat. * (rilis/Fadly)</description>
					                </item><item>
						                <title>Tabrak Lari di Jalan Sudirman Pekanbaru, Pemotor Tewas di TKP</title>
						                <link>https://gegas.co/berita/detail/tabrak-lari-di-jalan-sudirman-pekanbaru-pemotor-tewas-di-tkp</link>
						                <description>GEGAS || PEKANBARU – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Riau, Sabtu (8/8/2026) malam. Seorang pengendara Honda Scoopy, Devon Syawal, tewas di tempat kejadian peristiwa (TKP) setelah terlibat kecelakaan beruntun di depan Hotel Ratu Mayang Garden, Kecamatan Bukit Raya. Kasat Lantas Polresta Pekanbaru Kompol Satrio B. W. Wicaksana, S.I.K., M.H., membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (9/8/2026) pagi.Menurut dia, kecelakaan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Polisi menduga insiden bermula ketika korban berusaha mendahului sebuah mobil yang identitasnya belum diketahui. Kendaraan tersebut kemudian disebut meninggalkan lokasi.Saat kejadian, Devon mengendarai Honda Scoopy bernomor polisi BM 6917 ACD dari arah utara menuju selatan melalui jalur Timur Jalan Jenderal Sudirman.Setibanya di depan Hotel Ratu Mayang Garden, korban diduga hendak mendahului mobil yang berada di depannya. Namun, dalam rangkaian peristiwa itu, mobil tersebut melaju meninggalkan lokasi.Honda Scoopy yang dikendarai Devon kemudian menabrak Nissan Livina BM 1775 QB yang berada di lajur kiri.Nissan Livina tersebut dikemudikan Satria Abdillah Teony B dan membawa seorang penumpang bernama Irma Sari.Benturan membuat Devon terpental ke arah kanan. Sepeda motornya kembali terlibat benturan dengan kendaraan lain.Akibat kecelakaan itu, Devon mengalami luka berat, terutama pada bagian kepala. Korban juga mengalami pendarahan dari telinga dan mulut.Nyawa Devon tak tertolong. Dia meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru.Polisi Telusuri Kendaraan yang Diduga KaburPolisi masih menyelidiki identitas kendaraan yang disebut meninggalkan lokasi setelah kejadian. Kendaraan tersebut diduga berada di depan korban sebelum rangkaian tabrakan berlangsung.Petugas kini mengumpulkan keterangan saksi serta bukti-bukti di sekitar lokasi untuk memastikan kronologi kecelakaan. Rekaman kamera pengawas di sekitar tempat kejadian juga akan ditelusuri jika tersedia.Langkah tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kendaraan yang diduga meninggalkan lokasi sekaligus memastikan penyebab kecelakaan.Kerugian Ditaksir Rp5 JutaSelain menelan korban jiwa, kecelakaan tersebut mengakibatkan kerusakan pada kendaraan yang terlibat.Honda Scoopy BM 6917 ACD mengalami kerusakan pada bagian bodi sebelah kiri. Sedangkan Nissan Livina BM 1775 QB rusak pada bagian belakang sebelah kanan.Kerugian material akibat kecelakaan itu sementara ditaksir mencapai sekitar Rp5 juta.Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kecelakaan, termasuk memastikan kendaraan yang diduga meninggalkan lokasi serta pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. * (Titus JS)</description>
					                </item><item>
						                <title>HUT ke-69 Provinsi Riau: Pemprov Soroti Tekanan Fiskal dan Komitmen Pelayanan Publik</title>
						                <link>https://gegas.co/berita/detail/hut-ke69-provinsi-riau-pemprov-soroti-tekanan-fiskal-dan-komitmen-pelayanan-publik</link>
						                <description>GEGAS || PEKANBARU — Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau, Ir. H. SF Hariyanto, M.T., menegaskan bahwa momentum Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau harus dijadikan titik tolak untuk memperkuat komitmen pembangunan nyata bagi masyarakat. Di tengah tekanan anggaran yang dialami berbagai daerah di Indonesia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bertekad mengedepankan efisiensi serta prioritas pelayanan dasar tanpa membebani warga.Hal tersebut disampaikannya saat bertindak sebagai inspektur upacara dalam Apel Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau di halaman Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Minggu (9/8/2026) pagi.Mengusung tema “Bersatu dalam Keberagaman, Maju dalam Pembangunan”, peringatan tahun ini memuat pesan mendalam terkait transparansi dan efektivitas pengelolaan anggaran daerah.SF Hariyanto mengungkapkan, ketatnya kemampuan anggaran daerah (fiskal) saat ini tidak boleh menyurutkan kewajiban pemerintah dalam menghadirkan kesejahteraan.“Kebutuhan masyarakat yang paling mendesak harus didahulukan. Pelayanan dasar wajib hukumnya untuk tetap dijaga,” tegas SF Hariyanto di hadapan ribuan peserta upacara.Guna menjawab tantangan anggaran tersebut, Pemprov Riau telah menyiapkan sejumlah strategi pembenahan internal. Di antaranya mengoptimalkan pendapatan daerah tanpa menambah beban rakyat, memperkuat kebijakan berbasis data serta menutup celah kebocoran anggaran.“Yang belum tertib, kita tertibkan. Yang belum optimal, kita benahi. Yang menjadi hak Riau, akan terus kita perjuangkan,” lanjutnya optimis.Tak hanya pembenahan internal, SF Hariyanto menyatakan kesiapan Pemprov Riau dalam menyelaraskan arah kebijakan dengan program prioritas pemerintah pusat. Beberapa fokus utama yang disoroti mencakup program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, percepatan swasembada pangan hingga program pembangunan 3 (tiga) juta rumah.Pengakuan Terbuka dan Permohonan MaafDalam pidatonya, Plt. Gubernur Riau itu juga menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik atas berbagai kekurangan yang masih dirasakan warga, mulai dari infrastruktur jalan yang belum memadai hingga ketersediaan lapangan kerja.Ia menegaskan, permohonan maaf tersebut bukanlah tanda lepas tangan, melainkan pengingat atas tugas-tugas yang wajib dirampungkan.“Setiap harapan yang belum menjawab tetap menjadi amanah bagi kami. Kebutuhan yang belum terpenuhi adalah pekerjaan rumah yang akan terus kita perjuangkan ke depan,” tuturnya.Prosesi Khidmat dan Hadirnya Para TokohUpacara yang dimulai pukul 07.57 WIB itu dipimpin oleh Komandan Upacara Sekda Kota Dumai, Fahmi Rizal, S.STP., M.Si. Prosesi diwarnai dengan atraksi masuknya lambang Provinsi Riau beserta lambang seluruh kabupaten/kota se-Riau ke lapangan upacara, dilanjutkan pembacaan visi dan misi Provinsi Riau periode 2025–2029.Sejumlah pejabat teras dan tokoh lintas sektor turut memadati panggung kehormatan. Hadir di antaranya Ketua DPRD Riau Kaderismanto, Kapolda Riau Dr. Herry Heryawan, Kajati Riau I Dewa Gede Wirajana, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, Danrem 031/Wira Bima, Danlanud Roesmin Nurjadin, Kabinda Riau serta Sekdaprov Riau Dr. H. Syahrial Abdi.Tampak pula jajaran mantan gubernur Riau dari masa ke masa, para bupati dan wali kota se-Riau, jajaran peradilan, hingga tokoh adat, tokoh agama dan perwakilan ASN.Rangkaian acara yang berlangsung selama sekitar satu jam tersebut ditutup dengan pembacaan doa dan penghormatan umum pada pukul 08.55 WIB. Seluruh prosesi berjalan lancar, aman dan kondusif. **</description>
					                </item><item>
						                <title>300 Warga Pekanbaru Serbu Bakti Sosial Kesehatan HUT ke-1 Kodam XIX/TT</title>
						                <link>https://gegas.co/berita/detail/300-warga-pekanbaru-serbu-bakti-sosial-kesehatan-hut-ke1-kodam-xixtt</link>
						                <description>GEGAS || PEKANBARU — Sebanyak 300 warga Pekanbaru memadati bakti sosial kesehatan yang digelar di RS Awal Bros Hangtuah, Kelurahan Sialang Sakti, Kecamatan Tenayan Raya, Sabtu (8/8/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diselenggarakan Komando Daerah Militer XIX Tuanku Tambusai (Kodam XIX/TT) bekerja sama dengan RS Awal Bros dan Yayasan Buddha Tzu Chi sempena menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Kodam XIX/TT.Layanan kesehatan gratis ini menjadi wujud sinergi nyata antara TNI, fasilitas kesehatan, dan lembaga sosial untuk memperluas akses layanan medis bagi masyarakat Riau."Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan masyarakat. Kami berharap kerja sama antara Kodam XIX/TT, RS Awal Bros, dan Yayasan Buddha Tzu Chi dapat terus diperkuat," kata Brigjen TNI Muhamad Yahya S.A.P., Kepala Kelompok Staf Ahli Komando Daerah Militer (Kapok Sahli Kodam XIX/TT) yang hadir mewakili Pangdam XIX/TT.Apresiasi senada disampaikan perwakilan RS Awal Bros, dr. Linda Fegita, serta perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi, JonHai Tai. Pihak Buddha Tzu Chi menegaskan komitmennya untuk terus memboyong tim medis mendampingi kegiatan sosial di berbagai wilayah Indonesia.Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Awal Bros, disusul pembukaan resmi, serta ditutup dengan doa dan foto bersama pada pukul 09.15 WIB.Sejumlah pejabat daerah dan jajaran Kodam XIX/TT turut mendampingi jalannya kegiatan. Tampak hadir para Asisten Kasdam XIX/TT, Kakesdam XIX/TT Kolonel Ckm dr. Andre Nopan, Danpomdam XIX/TT Kolonel Cpm Yudi Wahyudi, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta, Kadis Provinsi Riau Zulkifli, perwakilan Lanal Dumai serta pengurus Persit Kodam XIX/TT. **</description>
					                </item><item>
						                <title>Dorong Peran Aktif Jaga Perdamaian : Pengurus DPD TWPG Riau Dikukuhkan</title>
						                <link>https://gegas.co/berita/detail/dorong-peran-aktif-jaga-perdamaian--pengurus-dpd-twpg-riau-dikukuhkan</link>
						                <description>GEGAS || PEKANBARU — Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) The World Peace Guard (TWPG) Provinsi Riau resmi dikukuhkan, Jumat (7/8/2026).Pengukuhan yang berlangsung di salah satu hotel di Pekanbaru ini menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi dalam mendorong budaya damai, toleransi, persatuan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Riau.Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.15 WIB tersebut dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh adat, serta jajaran pengurus TWPG pusat dan daerah. Acara berakhir sekitar pukul 16.05 WIB dan berlangsung dalam situasi aman serta kondusif.Gubernur Riau diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Riau, Dr. Boby Rachmat, S.STP., M.Si., hadir bersama Ketua Umum TWPG Pusat Irjen Pol (Purn.) Drs. H. Mardjito, S.H., M.H., Wakil Ketua Umum TWPG Pusat Brigjen Pol (Purn.) Drs. R. Soemarno, serta Sekretaris Jenderal TWPG Pusat Zulhendra Dida Putra.Sejumlah pejabat dan tokoh lainnya juga hadir, antara lain perwakilan Kejati Riau, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Dansat Brimob Polda Riau, Kapolresta Pekanbaru, LAM Riau, serta jajaran pengurus DPD TWPG Provinsi Riau.Dalam prosesi tersebut, Ruslan, S.E., dikukuhkan sebagai Ketua TWPG Riau, didampingi Sekretaris Drs. Said Saqrul Amri, M.E., M.Si., bersama jajaran pengurus lainnya.Ketua Umum TWPG Pusat Irjen Pol (Purn.) Drs. H. Mardjito menyampaikan ucapan selamat kepada ketua dan seluruh pengurus DPD TWPG Provinsi Riau yang baru dikukuhkan.Ia berharap kepengurusan baru dapat menjalankan fungsi organisasi secara nyata di tengah masyarakat sekaligus mendukung program Pemerintah Provinsi Riau.“Semoga ketua dan pengurus DPD The World Peace Guard Provinsi Riau dapat melaksanakan fungsi dan peran di dalam masyarakat Riau, dan dapat mendukung program-program daerah Pemerintah Provinsi Riau,” ucapnya.Sementara itu, mewakili Gubernur Riau, Kepala Kesbangpol Riau Boby Rachmat menegaskan bahwa perdamaian merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan pembangunan daerah.Menurut dia, tantangan menjaga perdamaian saat ini tidak hanya berupa konflik fisik, tetapi juga mencakup polarisasi sosial, penyebaran informasi tidak benar, ujaran kebencian, intoleransi, radikalisme hingga berbagai bentuk kejahatan di ruang digital.“Menjaga perdamaian bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa,” kata Boby.Dia berharap TWPG Riau dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun budaya damai, memperkuat toleransi, mendorong dialog lintas budaya dan agama, serta meningkatkan kepedulian sosial.Boby juga mendorong pengurus TWPG Riau membangun sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh agama, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan dan berbagai elemen masyarakat.Dikatakannya, keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang di Riau harus dipandang sebagai kekuatan sosial untuk mewujudkan daerah yang aman, harmonis dan maju.“Jadilah organisasi yang mengedepankan dialog dibandingkan konflik, mengutamakan persaudaraan dibandingkan perpecahan, serta membangun optimisme di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi,” tuturnya.Pengukuhan ditutup dengan pemberian plakat, foto bersama, dan penutupan acara. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib hingga selesai pada pukul 16.05 WIB. * (Marden)</description>
					                </item><item>
						                <title>Perkuat Benteng Pesisir NKRI : Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Tanam 1.000 Mangrove di Rupat Utara</title>
						                <link>https://gegas.co/berita/detail/perkuat-benteng-pesisir-nkri--ekspedisi-merah-putih-presisi-polda-riau-tanam-1000-mangrove-di-rupat-</link>
						                <description>GEGAS || RUPAT UTARA –Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau kembali menegaskan komitmennya menjaga kawasan pesisir Indonesia melalui aksi penanaman 1.000 batang bibit mangrove di Desa Makeruh, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda utama ekspedisi yang menggabungkan misi pelestarian lingkungan, penguatan ketahanan wilayah serta pelayanan sosial bagi masyarakat pesisir.Seremoni penanaman mangrove dipusatkan di sepanjang bibir pantai Desa Makeruh dengan melibatkan jajaran Kepolisian, pemerintah daerah, unsur Forkopimcam serta masyarakat setempat. Hadir dalam kegiatan tersebut Waka Polda Riau Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H., Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si., Bupati Bengkalis Kasmarni serta sejumlah pejabat daerah lainnya.Waka Polda Riau Brigjen Pol. Hengki Haryadi dalam sambutannya menegaskan, penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi besar menghadirkan negara hingga ke wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar Indonesia.Dikatakan, kehadiran Polri di kawasan seperti Pulau Rupat tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui langkah konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.Brigjen Hengki menjelaskan, Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan implementasi paradigma kepolisian modern yang menempatkan perlindungan lingkungan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menciptakan keamanan. Lingkungan yang terjaga, kata dia, akan melahirkan kehidupan sosial yang lebih stabil dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap berbagai ancaman, termasuk perubahan iklim.Sebanyak 1.000 batang mangrove yang ditanam di kawasan pesisir Makeruh diharapkan mampu memperkuat garis pantai dari ancaman abrasi, mengurangi dampak gelombang laut, sekaligus menjadi habitat alami bagi berbagai biota pesisir. Ekosistem mangrove juga dinilai memiliki peran penting dalam menyerap karbon, menjaga keanekaragaman hayati, serta menopang mata pencaharian masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.Penanaman mangrove di Rupat Utara menjadi salah satu simbol bahwa pembangunan keamanan nasional tidak hanya diwujudkan melalui pendekatan penegakan hukum, tetapi juga melalui pelestarian sumber daya alam yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat di kawasan perbatasan.Bupati Bengkalis Kasmarni menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polda Riau yang memilih wilayah Rupat Utara sebagai lokasi kegiatan konservasi pesisir. Kata Kasmarni, kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir.Dia berharap sinergi tersebut terus berlanjut sehingga masyarakat semakin merasakan kehadiran Polri, bukan hanya sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang aktif mendukung berbagai program kemasyarakatan dan pelestarian lingkungan.Tak hanya fokus pada rehabilitasi kawasan pesisir, Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau juga membawa misi sosial dengan menyerahkan 100 paket sembako kepada warga, 10 unit ketinting untuk membantu aktivitas nelayan serta satu unit sepeda motor trail sebagai kendaraan operasional Bhabinkamtibmas di wilayah tersebut.Rangkaian kegiatan ini memperlihatkan bahwa Ekspedisi Merah Putih Presisi tidak sekadar menjadi perjalanan simbolik di wilayah terluar Indonesia, melainkan sebuah gerakan terpadu yang memadukan pelestarian lingkungan, penguatan ketahanan pesisir, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan peneguhan kehadiran negara hingga ke garis terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). **</description>
					                </item><item>
						                <title>Bonus Atlet PON dan PEPARNAS Belum Lunas, Ratusan Atlet Riau Turun ke Jalan Tagih Janji Pemprov</title>
						                <link>https://gegas.co/berita/detail/bonus-atlet-pon-dan-peparnas-belum-lunas-ratusan-atlet-riau-turun-ke-jalan-tagih-janji-pemprov</link>
						                <description>GEGAS || PEKANBARU – Kesabaran para atlet dan pelatih berprestasi Provinsi Riau yang berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) 2024 tampaknya mencapai batas. Kamis (6/8/2026) pagi, sekira 150 atlet dan pelatih menggelar aksi damai di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Kota Pekanbaru, untuk menuntut pelunasan bonus prestasi yang hingga kini belum diterima sepenuhnya.Aksi yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB itu dipusatkan di Tugu Tanjak Stadion Utama Riau. Massa dipimpin koordinator lapangan Darman Hutauruk dan Dariswan Koto. Mereka membawa pengeras suara serta berbagai spanduk berisi tuntutan agar Pemerintah Provinsi Riau segera memenuhi komitmen pembayaran bonus yang dijanjikan kepada atlet dan pelatih peraih prestasi.Berbagai cabang olahraga ikut menyuarakan aspirasi, mulai dari atletik, bulu tangkis, catur, angkat berat, wheelchair fencing, blind judo hingga tenis. Tulisan pada spanduk mencerminkan kekecewaan yang telah lama dipendam, seperti "Tuntut Bonus PON Kami yang Tertunda", "Dua Tahun Kami Menanti" hingga "Pelatih dan Atlet PON dan PEPARNAS Berduka, Tolong Cairkan Bonus Kami".Dalam orasinya, massa menegaskan bahwa aksi tersebut bukan sekadar menuntut janji, melainkan memperjuangkan hak atas penghargaan yang seharusnya diberikan kepada atlet yang telah mengharumkan nama Provinsi Riau di tingkat nasional.Mereka mempertanyakan alasan penundaan pembayaran yang terus bergeser. Menurut para atlet, sebelumnya pemerintah daerah menyampaikan bahwa pelunasan bonus akan diselesaikan secara bertahap pada 2026. Namun hingga memasuki Agustus, kepastian pencairan penuh belum juga diperoleh."Kami hanya meminta hak kami. Sudah hampir dua tahun kami menunggu. Kami sudah memberikan prestasi untuk Riau, tetapi sampai hari ini bonus yang dijanjikan belum juga kami terima sepenuhnya," kata orator yang menjadi inti tuntutan yang berulang kali disampaikan dalam orasi.Massa juga menilai alasan keterbatasan anggaran tidak lagi cukup menjawab kegelisahan para atlet. Mereka berharap pemerintah memberikan kepastian waktu, bukan sekadar janji yang terus berubah.Sekitar pukul 07.23 WIB, perwakilan demonstran diterima Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Riau, H. Yurnalis Basri didampingi Kasat Pol PP Provinsi Riau, Sri Sadono Mulyanto.Dalam dialog tersebut, Kadispora menyampaikan bahwa proses administrasi pencairan bonus telah berjalan. Ia menyebut Surat Keputusan pencairan telah ditandatangani pimpinan dan kini tinggal menunggu arahan lebih lanjut serta kesiapan keuangan daerah.Menurut Yurnalis Basri, realisasi pembayaran bonus baru mencapai sekitar 45 persen dari total nilai yang dijanjikan kepada atlet dan pelatih. Adapun sisa sekitar 55 persen masih menunggu ketersediaan anggaran karena pemerintah daerah masih menghadapi kondisi defisit fiskal.Koordinator aksi Darman Hutauruk menyampaikan bahwa para atlet telah beberapa kali melakukan komunikasi dengan Dispora Riau, namun hingga kini belum memperoleh kepastian mengenai waktu pencairan. Karena itu, para atlet meminta pemerintah menetapkan jadwal yang jelas agar penantian panjang tersebut tidak kembali berlarut.Menanggapi hal tersebut, Kadispora mengaku belum dapat memastikan kapan sisa bonus akan dibayarkan. Dia hanya menyatakan akan kembali berkoordinasi dengan pimpinan daerah dan menyampaikan perkembangan hasilnya kepada perwakilan atlet.Setelah dialog berlangsung, massa membubarkan diri sekitar pukul 07.45 WIB. Seluruh rangkaian aksi berlangsung damai, tertib, dan tanpa insiden.Aksi ini menjadi pengingat bahwa di balik capaian prestasi olahraga, masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah daerah, yakni memastikan penghargaan terhadap atlet tidak berhenti pada seremoni kemenangan, tetapi juga diwujudkan melalui pemenuhan hak yang telah dijanjikan. Kepastian pembayaran bonus kini menjadi harapan utama para atlet yang selama ini telah membawa nama Riau bersaing dan berprestasi di panggung olahraga nasional. **</description>
					                </item></channel>
  	</rss>